JURNALNUSANTARA.ID, BUOL – Wakil Bupati Buol, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, turun langsung memantau kondisi 15 siswa SD Negeri 1 Bokat dan SD Negeri 2 Bokat yang mengalami sejumlah gejala kesehatan dan diduga berkaitan dengan konsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Monitoring dan observasi tersebut dilakukan pada Rabu (29/7/2026) di Kecamatan Bokat. Wabup Buol didampingi Asisten II Setda Buol, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, Camat Bokat, serta unsur Kepolisian.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk respons Pemerintah Kabupaten Buol untuk memastikan kondisi para siswa serta penanganan medis berjalan optimal.
Sebanyak 15 siswa dilaporkan mengalami sejumlah keluhan, di antaranya sakit perut, mual, pusing, dan sakit kepala. Dari jumlah tersebut, 11 siswa merupakan peserta didik SD Negeri 1 Bokat di Desa Tang, sedangkan empat siswa lainnya berasal dari SD Negeri 2 Bokat di Desa Bokat.
Para siswa telah mendapatkan penanganan medis dari tenaga kesehatan Puskesmas Bokat. Penanganan dilakukan sesuai dengan kondisi dan indikasi medis masing-masing siswa, termasuk pemberian obat oral.
Berdasarkan hasil observasi, kondisi seluruh siswa yang sebelumnya mengalami keluhan kesehatan tersebut berangsur membaik.
Hingga pukul 15.30 WITA, Pemerintah Kabupaten Buol menyebut tidak terdapat penambahan kasus baru. Seluruh 15 siswa yang sebelumnya mengalami gejala telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.
Meski kondisi para siswa telah membaik, Pemerintah Kabupaten Buol tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan perkembangan kesehatan para siswa sekaligus mengevaluasi penyelenggaraan Program MBG.
Evaluasi tersebut menjadi penting untuk memastikan seluruh tahapan penyediaan dan distribusi makanan dalam program MBG memenuhi standar keamanan pangan dan kualitas yang ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Buol menegaskan komitmennya untuk memastikan program pemenuhan gizi bagi peserta didik dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat bagi kesehatan serta tumbuh kembang anak.
Sementara itu, dugaan keterkaitan antara keluhan yang dialami para siswa dengan makanan MBG masih menjadi bagian dari proses evaluasi dan penanganan oleh pihak terkait.
Humas Pemda Buol
