Hal tersebut disampaikan Jasri, Jumat (24/7).
Lima program pelatihan vokasi yang akan dilaksanakan meliputi mebel, menjahit, otomotif, pembuatan keripik, serta manajemen pemasaran berbasis online.
Masing-masing program akan diikuti sebanyak 16 peserta dengan durasi pelatihan selama 25 hari. Adapun jadwal pelaksanaan pembelajaran akan disesuaikan dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Dalam pelaksanaannya, BBPVP Makassar menetapkan sejumlah persyaratan administrasi bagi calon peserta, di antaranya memiliki KTP, nomor telepon aktif, dan alamat email.
Selain memberikan keterampilan baru, program pelatihan tersebut juga diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja yang telah bekerja. BLK Buol Hebat mendorong agar peserta yang mengikuti pelatihan merupakan tenaga kerja yang sudah memiliki pengalaman sehingga keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan di dunia kerja.
Salah satu contohnya adalah pelatihan otomotif yang diarahkan bagi para mekanik yang telah bekerja di berbagai bengkel di Kabupaten Buol. Melalui pelatihan tersebut, para mekanik diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh sertifikasi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Buol, Ismail Hi. Ukum, mengatakan Pemerintah Kabupaten Buol berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM melalui program pelatihan vokasi yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja.
“Pemerintah Kabupaten Buol berkomitmen terus memperkuat kualitas SDM melalui program pelatihan vokasi yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan kesempatan kerja melalui Balai Latihan Kerja Buol Hebat,” tutur Ismail.
Sementara itu, pada akhir pertemuan, Kepala BBPVP Makassar turut menyampaikan salam hormat kepada Bupati dan Wakil Bupati Buol serta mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Buol dalam memperkuat kualitas SDM melalui program pelatihan vokasi.
Dukungan lima program pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja Kabupaten Buol yang semakin terampil, kompeten, bersertifikat, dan siap bersaing di dunia kerja.
Selain meningkatkan produktivitas tenaga kerja, program ini juga diharapkan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sumber : Diskominfo
