JURNAL NUSANTARA.ID, Buol – Semangat kolaborasi dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tengah kembali ditunjukkan melalui kegiatan Lokakarya Pendidikan yang mempertemukan para pemangku kepentingan pendidikan di Wilayah VI Kabupaten Tolitoli dan Buol. Kegiatan yang berlangsung di kawasan wisata Pantai Desa Bokat, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol, pada Sabtu (13/6/2026) ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi demi mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas dan merata.
Mengusung tema "Sinergi Pendidik di Bumi Pogogul: Mewujudkan Akses Mutu Pendidikan yang Merata menuju Sulteng Nambaso", kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Drs. Firmanza DP, S.H., M.Si., selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, jajaran pejabat Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah VI, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buol, para kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, pengawas pembina, pengurus MGMP, Ketua OSIS, hingga sejumlah undangan lainnya.
Ketua panitia, Masita Datukarama, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta menegaskan bahwa lokakarya ini merupakan bagian dari implementasi Program Kerja Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah dan MKKS SMA/SMK Wilayah VI Tahun 2026.
"Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan seremonial, tetapi menjadi wadah untuk menyatukan gagasan, memperkuat koordinasi, serta menyusun langkah nyata dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini," ujarnya.
Membuka Ruang Dialog dan Menyusun Strategi Bersama
Dalam pelaksanaannya, lokakarya ini memiliki sejumlah tujuan strategis. Pertama, mempererat silaturahmi dan koordinasi antara pemerintah provinsi dengan seluruh insan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Tolitoli dan Buol.
Melalui forum tersebut, para peserta diberikan kesempatan untuk berdialog secara langsung dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah terkait berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari kebutuhan sarana prasarana, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga pengembangan sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyusun strategi bersama dalam upaya meningkatkan mutu lulusan. Optimalisasi fasilitas pendidikan serta penguatan konsep link and match antara dunia pendidikan dengan dunia kerja menjadi salah satu fokus pembahasan, khususnya bagi satuan pendidikan kejuruan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Firmanza DP, S.H., M.Si., mengapresiasi terselenggaranya lokakarya tersebut. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi dan komitmen seluruh elemen pendidikan.
"Saya berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sebagai forum diskusi, tetapi mampu melahirkan langkah-langkah nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di sekolah masing-masing. Guru dan kepala sekolah harus menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran," ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh insan pendidikan untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat karakter peserta didik, serta membangun budaya kerja yang profesional dan berintegritas.
"Anak-anak yang kita didik hari ini adalah generasi yang akan menentukan masa depan Sulawesi Tengah. Karena itu, mari kita bekerja dengan hati, memperkuat kolaborasi, dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan yang bermutu," tegas Firmanza.
Menurutnya, pemerintah provinsi akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui berbagai program strategis, termasuk peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penguatan sarana dan prasarana, serta pengembangan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
Kehadiran langsung Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah dinilai memberikan motivasi besar bagi seluruh peserta.
Arahan dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah VI Kabupaten Tolitoli dan Buol juga semakin memperkuat semangat para kepala sekolah, guru, dan pengawas untuk terus berinovasi demi kemajuan pendidikan.
Partisipasi aktif dari seluruh peserta, mulai dari kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB, pengurus MGMP, hingga perwakilan peserta didik melalui Ketua OSIS, menjadi bukti nyata bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan keterlibatan semua unsur.
Pantai Bokat Jadi Saksi Semangat Membangun Pendidikan
Dipilihnya Pantai Desa Bokat sebagai lokasi kegiatan memberikan suasana yang berbeda. Hamparan pantai yang sejuk dan terbuka menciptakan atmosfer diskusi yang lebih cair tanpa mengurangi nilai formalitas kegiatan.
Kondisi tersebut dinilai mampu mendorong lahirnya berbagai gagasan dan solusi inovatif demi menjawab tantangan pendidikan yang semakin kompleks di era modern.
Harapan untuk Pendidikan yang Lebih Baik
Melalui lokakarya ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi yang dapat diimplementasikan secara nyata guna meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Buol, Kabupaten Tolitoli, dan Sulawesi Tengah secara umum.
Panitia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan, seraya membuka ruang kritik dan saran demi penyempurnaan agenda serupa di masa mendatang.
Menutup laporannya, Ketua Panitia menyampaikan sebuah pantun yang mendapat apresiasi dari peserta:
Pisang emas dibawa berlayar,
Masak sebentar di atas tungku.
Sukses kegiatan takkan terwujud nyata,
Tanpa dukungan dan kerja sama kita semua.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, insan pendidikan di Bumi Pogogul diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam mewujudkan akses pendidikan yang berkualitas, merata, dan berdaya saing menuju cita-cita besar Sulteng Nambaso.
"Pendidikan yang maju bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan hasil gotong royong seluruh elemen masyarakat. Dari Pantai Bokat, semangat perubahan itu kembali diteguhkan."
Editor : Syam Manto
