JURNAL NUSANTARA.ID, Buol – Desa Lomuli, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, menjadi pusat perhatian setelah terpilih mewakili Kabupaten Buol dalam Penilaian Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026, yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026) di Balai Desa Lomuli.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut dihadiri oleh Tim Penilai Provinsi Sulawesi Tengah, jajaran Pemerintah Kabupaten Buol, Tim Penggerak PKK Provinsi dan Kabupaten, unsur Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Tiloan, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga insan pers.
Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Vuayo Lripu Koponuku, dan Mars PKK, dilanjutkan pembacaan doa, laporan Kepala Desa Lomuli, sambutan Tim Penilai Provinsi, sambutan perwakilan PKK Provinsi Sulawesi Tengah, serta sambutan Bupati Buol.
Desa Transmigrasi yang Terus Berkembang
Dalam laporannya, Kepala Desa Lomuli, Ulfa, S.Sos, memaparkan perjalanan dan perkembangan Desa Lomuli yang kini telah berusia 21 tahun sejak dimekarkan dari sebagian wilayah Desa Air Terang dan Desa Kokobuka pada tahun 2005.
Saat ini Desa Lomuli memiliki luas wilayah sekitar 40,28 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sebanyak 966 jiwa yang terdiri dari berbagai latar belakang suku dan budaya seperti Jawa, Madura, Bugis, Minahasa, Lombok, Bali dan masyarakat lokal Buol.
Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Komoditas unggulan desa meliputi jagung, nilam, sayur-sayuran, dan kelapa sawit.
"Visi kami adalah menciptakan tata kelola pemerintahan yang amanah, jujur dan bertanggung jawab dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sejahtera," ujar Ulfa dalam paparannya.
Berbagai Inovasi Desa Jadi Andalan
Di hadapan tim penilai, Pemerintah Desa Lomuli mempresentasikan berbagai program dan inovasi yang telah dilaksanakan selama periode 2024–2025.
Beberapa inovasi unggulan yang dipaparkan antara lain pemberian penghargaan bagi kader kesehatan, siswa dan mahasiswa berprestasi, bantuan rumah tidak layak huni, bantuan jamban keluarga, pengembangan rumah bibit dan tanaman pekarangan, hingga pemanfaatan bio urin sapi sebagai pupuk dan pestisida organik.
Desa juga mengembangkan usaha ekonomi masyarakat melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), salah satunya dengan menyediakan fasilitas penyulingan nilam yang membantu petani memperoleh biaya produksi yang lebih terjangkau.
Selain itu, Pemerintah Desa Lomuli juga berupaya menggali potensi Pendapatan Asli Desa melalui pemanfaatan sumber daya lokal seperti material sungai, tanah kas desa, serta pengelolaan sumber air bersih.
Berdasarkan data Sistem Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan (EPDESKEL) Kementerian Dalam Negeri, Desa Lomuli saat ini berada pada kategori Desa Cepat Berkembang dengan nilai mencapai 513 poin.
Ketua Tim Penilai Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, Emy, S.Sos., M.M, menjelaskan bahwa sistem evaluasi saat ini telah berbasis data dan aplikasi sehingga lebih objektif dan terukur.
Menurutnya, kehadiran tim provinsi bukan untuk mencari kekurangan desa, melainkan melakukan verifikasi terhadap data yang telah diinput sekaligus melihat secara langsung berbagai inovasi dan praktik baik yang dilakukan pemerintah desa.
"Evaluasi ini bukan semata-mata untuk memberikan penilaian, tetapi juga untuk mencari solusi bersama demi peningkatan kualitas pembangunan desa di masa mendatang," ujarnya.
Mewakili Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Hasiati Ponulele, SKM, M.Kes menegaskan bahwa tema lomba tahun ini, yakni “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”, memiliki makna strategis dalam mendorong pembangunan yang dimulai dari tingkat desa.
Ia menyoroti pentingnya peran kader PKK dalam mendukung program prioritas pemerintah seperti percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi keluarga, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
"Kelompok PKK hingga tingkat dasa wisma merupakan garda terdepan dalam menggerakkan partisipasi masyarakat dan menyukseskan program pembangunan," katanya.
Dalam sambutannya, Wahyu Setiabudi mewakili Bupati Buol menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan Pemerintah Desa Lomuli yang telah mempersiapkan diri dengan baik dalam mengikuti evaluasi tingkat provinsi.
Menurutnya, lomba desa bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi momentum bagi desa untuk menggali dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki, sekaligus memperkuat inovasi dan kemandirian desa.
"Kami berharap Desa Lomuli yang telah meraih predikat terbaik di tingkat Kabupaten Buol mampu kembali menunjukkan prestasinya di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah," ujar wahyu.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan desa berbasis inovasi lokal, digitalisasi, serta pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan daya saing desa.
Harapan Menjadi Inspirasi Bagi Desa Lain
Penilaian lapangan yang dilakukan tim provinsi berlangsung dengan meninjau berbagai aspek pemerintahan, kewilayahan, kemasyarakatan, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi desa.
Dengan berbagai capaian yang telah diraih serta dukungan masyarakat yang kuat, Desa Lomuli berharap dapat memberikan hasil terbaik dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Buol maupun Sulawesi Tengah.
Ajang ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas pelayanan, pemberdayaan masyarakat, inovasi, serta semangat gotong royong dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera Yang mewakili
Editor :Syam Manto

