JURNALNUSANTARA.ID, Buol – Komitmen untuk membangun pendidikan yang berkualitas di Kabupaten Buol tidak hanya menjadi tanggung jawab satu jenjang pendidikan semata. Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Muhamad Singara, S.Ag., M.Si., saat memberikan sambutan dalam kegiatan Lokakarya Pendidikan Wilayah VI Kabupaten Tolitoli dan Buol yang berlangsung di kawasan wisata Pantai Desa Bokat, Kecamatan Bokat, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Sinergi Pendidik di Bumi Pogogul: Mewujudkan Akses Mutu Pendidikan yang Merata Menuju Sulteng Nambaso" tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta seluruh insan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Sulawesi Tengah.
Dalam sambutannya, Muhamad Singara menekankan pentingnya membangun sinergi antara program pendidikan dasar yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Buol dengan pendidikan menengah yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai apabila masing-masing pihak berjalan sendiri-sendiri tanpa adanya koordinasi dan kerja sama yang berkelanjutan.
"Pendidikan merupakan sebuah mata rantai yang saling berkaitan. Pendidikan dasar yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten harus berjalan selaras dengan pendidikan menengah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Oleh karena itu, kolaborasi program antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah sangat penting untuk memastikan keberlanjutan mutu pendidikan bagi anak-anak kita," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peserta didik yang melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA dan SMK merupakan lulusan dari sekolah dasar dan menengah pertama yang dibina oleh pemerintah kabupaten. Karena itu, penyelarasan program menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
"Kita tidak boleh melihat pendidikan berdasarkan batas kewenangan semata. Anak-anak yang hari ini berada di SD dan SMP nantinya akan melanjutkan ke SMA dan SMK. Artinya, kualitas lulusan di pendidikan dasar akan sangat menentukan kualitas pendidikan menengah. Inilah yang harus kita bangun bersama melalui komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat," tambahnya.
Muhamad Singara juga mengapresiasi kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah beserta jajaran dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah provinsi menjadi bukti nyata perhatian terhadap perkembangan pendidikan di daerah, khususnya di Kabupaten Buol dan Kabupaten Tolitoli.
Ia berharap forum seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana bertukar gagasan, menyampaikan aspirasi, serta merumuskan berbagai solusi terhadap tantangan pendidikan yang dihadapi saat ini.
"Melalui kegiatan seperti ini, kita bisa duduk bersama, menyamakan persepsi, serta mencari solusi atas berbagai persoalan pendidikan. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh kebijakan dan program yang kita laksanakan benar-benar berdampak terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Muhamad Singara mengajak seluruh kepala sekolah, guru, pengawas, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk terus memperkuat semangat gotong royong dalam memajukan dunia pendidikan di Bumi Pogogul.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat.
"Mari kita jadikan perbedaan kewenangan bukan sebagai sekat, tetapi sebagai kekuatan untuk saling melengkapi. Dengan kebersamaan dan komitmen yang kuat, saya yakin kita mampu melahirkan generasi Buol yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan," pungkasnya.
Kegiatan Lokakarya Pendidikan Wilayah VI ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah beserta jajaran, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Menengah Wilayah VI Kabupaten Tolitoli dan Buol, para kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, pengawas pembina, pengurus MGMP, Ketua OSIS, serta sejumlah undangan lainnya.
Dari Pantai Bokat, semangat kolaborasi kembali diteguhkan. Pendidikan yang maju tidak dibangun oleh satu pihak, melainkan melalui kerja sama, sinergi, dan kepedulian bersama demi menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa.
Wilayah VI Kabupaten Tolitoli dan Buol, para kepala SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta, pengawas pembina, pengurus MGMP, Ketua OSIS, serta sejumlah undangan lainnya.
Dari Pantai Bokat, semangat kolaborasi kembali diteguhkan. Pendidikan yang maju tidak dibangun oleh satu pihak, melainkan melalui kerja sama, sinergi, dan kepedulian bersama demi menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi generasi penerus bangsa.
Editor : Syam Manto
