BUOL, Sulawesi Tengah — Tepat satu tahun telah berlalu sejak H. Risharyudi Triwibowo, M.M. dan Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, S.H., M.H. resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buol periode 2025–2030. Pelantikan yang dilaksanakan pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia menjadi tonggak dimulainya era baru kepemimpinan di Kabupaten Buol, dengan harapan menghadirkan pemerintahan yang bersih, profesional, transparan, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Satu tahun perjalanan kepemimpinan ini menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap berbagai langkah, kebijakan, capaian, dan tantangan yang telah dilalui pemerintah daerah dalam upaya membangun Kabupaten Buol secara berkelanjutan.
Momentum awal pemerintahan ditandai dengan Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Buol dalam rangka Serah Terima Jabatan dan Penyampaian Pidato Perdana Bupati dan Wakil Bupati pada 5 Maret 2025.
Dalam pidatonya, Bupati Risharyudi Triwibowo menegaskan bahwa arah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Moh. Nasir Dj. Daimaroto akan difokuskan pada pembangunan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Beberapa prioritas utama yang disampaikan meliputi:
peningkatan kualitas sumber daya manusia,
penguatan ekonomi daerah dan pemberdayaan UMKM,
peningkatan kualitas pelayanan publik,
pembangunan infrastruktur yang merata,
serta menjaga stabilitas keamanan dan sosial masyarakat.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, aparat keamanan, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
Pidato tersebut menjadi landasan awal bagi penyusunan program kerja pemerintah daerah selama lima tahun ke depan.
Pada tahun pertama, fokus utama pemerintahan adalah konsolidasi birokrasi dan penguatan struktur organisasi pemerintahan.
Langkah strategis yang dilakukan meliputi:
pelantikan dan rotasi pejabat pimpinan tinggi pratama,
penguatan koordinasi antar perangkat daerah,
peningkatan disiplin dan profesionalisme ASN,
serta penataan tata kelola pemerintahan.
Melalui berbagai kegiatan apel, rapat koordinasi, dan pembinaan aparatur, pemerintah daerah menegaskan pentingnya aparatur sipil negara sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun birokrasi yang responsif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Salah satu capaian penting selama satu tahun kepemimpinan adalah penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Buol, pemerintah daerah mendorong seluruh desa untuk mengembangkan website desa sebagai sarana transparansi dan pelayanan publik.
Program ini bertujuan untuk:
meningkatkan keterbukaan informasi publik,
mempercepat pelayanan administrasi,
serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa.
Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerintahan modern berbasis teknologi informasi.
Pemerintah Kabupaten Buol juga fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial dan pelayanan publik.
Program tersebut meliputi:
dukungan program pemenuhan gizi masyarakat,
peningkatan pelayanan kesehatan,
penguatan sektor pendidikan,
serta pelaksanaan program bantuan sosial.
Selain itu, pemerintah daerah aktif memantau pelaksanaan berbagai program pembangunan di desa dan kecamatan untuk memastikan program berjalan sesuai dengan rencana.
Persiapan Refleksi Satu Tahun: “Satu Tahun Bowo–Nasir”
Menjelang genap satu tahun masa jabatan, Pemerintah Kabupaten Buol menggelar rapat persiapan refleksi satu tahun kepemimpinan pada Jumat, 13 Februari 2026, di Ruang Rapat Asisten III Kantor Bupati Buol.
Rapat tersebut dihadiri oleh:
Penjabat Sekretaris Daerah,
para Asisten Sekretariat Daerah,
Kepala Bappeda,
Kepala BPKAD,
Kepala Dinas Kominfo,
serta pimpinan perangkat daerah terkait.
Momentum satu tahun kepemimpinan yang jatuh pada 20 Februari 2026 akan diperingati melalui kegiatan bertajuk “Satu Tahun Bowo–Nasir.”
Kegiatan ini bertujuan untuk:
menyampaikan capaian program pemerintah daerah secara terbuka kepada masyarakat,
memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan,
serta menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan kinerja pemerintahan ke depan.
Dalam rapat tersebut disepakati bahwa Bappeda bertindak sebagai sekretariat kegiatan. Seluruh perangkat daerah diminta menyiapkan data capaian program, dokumentasi visual, serta produk regulasi yang telah diterbitkan selama satu tahun terakhir.
Data tersebut akan dikemas dalam bentuk narasi dan audio visual untuk ditampilkan dalam kegiatan puncak refleksi.
Finalisasi kegiatan dijadwalkan pada 18 Februari 2026.
Komitmen Pemerintahan: Transparansi, Akuntabilitas, dan Pembangunan Berkelanjutan
Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Buol untuk menunjukkan komitmen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh program yang dilaksanakan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat fondasi pembangunan daerah.
Satu tahun pertama menjadi fase penting dalam membangun fondasi pemerintahan yang kuat, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Menuju Masa Depan Buol yang Lebih Maju
Perjalanan kepemimpinan masih panjang. Tahun pertama menjadi awal dari proses pembangunan jangka panjang yang membutuhkan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Dengan fondasi yang telah dibangun, masyarakat Kabupaten Buol berharap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati dapat membawa daerah menuju:
pemerintahan yang modern dan profesional,
pelayanan publik yang berkualitas,
ekonomi daerah yang kuat,
serta masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.
Momentum refleksi satu tahun ini bukan hanya menjadi catatan perjalanan, tetapi juga menjadi titik awal untuk melangkah lebih jauh menuju masa depan Kabupaten Buol yang lebih baik.
Editor : Syam Manto
