Puluhan Siswa Keracunan, Berikut Klarifikasi Resmi Yayasan MBG Buol Terkait Kronologi dan Dugaan Penyebab Keracunan

 


JURNALNUSANTARA.ID, Buol – Puluhan siswa dan siswi SD Negeri 7 Bunobogu, Kecamatan Bunobogu, Kabupaten Buol, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (28/1/2026).
Peristiwa tersebut menggegerkan warga setelah sejumlah siswa terlihat di papah  dilarikan ke fasilitas kesehatan menggunakan ambulans. Informasi kejadian ini pertama kali ramai beredar melalui unggahan warga di media sosial Facebook dengan keterangan “Siswa SDN 7 Bunobogu keracunan MBG” disertai foto proses evakuasi korban.


Ketua Yayasan Tirta Biru Sejahtera, Agusfrihatin, selaku penanggung jawab dapur MBG Bunobogu saat dikonfirmasi melalui WhatsApp mengakui adanya dugaan kelalaian dalam proses pengolahan makanan. Ia menjelaskan bahwa kejadian ini diduga dipicu faktor human error yang baru pertama kali terjadi di yayasan yang dipimpinnya.
“Kami menyampaikan bahwa ada kelalaian yang tidak pernah terjadi sebelumnya karena faktor human error. Ini merupakan ujian bagi yayasan kami dan menjadi pelajaran untuk meningkatkan kualitas ke depan,” ungkapnya.


Menurut Agusfrihatin, bahan baku ayam diterima setelah magrib dalam kondisi baik dan langsung dilakukan pencucian hingga pukul 22.00 WITA. Namun, proses marinasi oleh tim masak baru dilakukan sekitar pukul 23.00 WITA, sehingga diduga terjadi keterlambatan penanganan bahan baku.


“Ada putus koordinasi antara tim bahan baku dan tim masak. Seharusnya setelah selesai langsung dikoordinasikan ke tim masak, dan biasanya memang seperti itu. Namun kali ini terjadi keterlambatan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihak yayasan baru saja disidak untuk penerbitan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dan menjadi satu-satunya yayasan yang telah mengajukan penerbitan sertifikat tersebut.
“Kami atas nama pribadi dan yayasan menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban dan orang tua siswa,” tambahnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah dan dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait jumlah korban serta kondisi kesehatan siswa pascakejadian. Aparat dan tenaga kesehatan masih melakukan pemantauan dan penanganan medis terhadap para korban.


Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Warga berharap evaluasi menyeluruh dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Editor : Syam Manto 

Lebih baru Lebih lama