JURNAL NUSANTARA.ID, BUOL – Camat Bokat selaku Ketua Satgas Penertiban Ternak Kecamatan Bokat resmi melaporkan pemilik ternak berinisial IS, warga Desa Negeri Lama, ke pihak kepolisian setelah terjadi kecelakaan lalu lintas yang diduga dipicu ternak liar yang berkeliaran di jalan, Minggu malam (9/5) selepas salat Isya.
Laporan tersebut diterima langsung oleh kepala jaga piket Polsek Bokat, Ruslan R. Langkah hukum ini diambil sebagai bentuk ketegasan pemerintah kecamatan terhadap pemilik ternak yang dinilai lalai mengandangkan hewan peliharaannya hingga membahayakan keselamatan masyarakat.
Camat Bokat, Iksan, menegaskan bahwa pihaknya selama ini telah berulang kali melakukan sosialisasi dan penertiban terkait ternak liar. Namun, masih ada oknum pemilik ternak yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah sehingga kejadian kecelakaan terus berulang.
“Pemilik hewan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan ternaknya, baik saat berada dalam pengawasan maupun saat terlepas. Jika terbukti lalai hingga menyebabkan kerugian atau kecelakaan lalu lintas, maka dapat digugat secara hukum,” tegas Iksan kepada media.
Ia berharap laporan tersebut menjadi efek jera sekaligus peringatan keras bagi para pemilik ternak lainnya agar tidak lagi membiarkan hewan ternak berkeliaran bebas di jalan raya.
Menurutnya, keberadaan ternak liar bukan hanya mengganggu ketertiban umum, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari ketika jarak pandang pengendara terbatas.
“Berbagai upaya sudah kami lakukan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat. Namun masih ada beberapa oknum yang tidak menghiraukan. Karena itu, jika masih terjadi dan menimbulkan kerugian bagi orang lain, maka akan kami tindak lewat jalur hukum,” tambahnya.
Kasus ini kembali menjadi sorotan masyarakat Kecamatan Bokat terkait maraknya ternak liar yang bebas berkeliaran di jalan desa maupun jalan utama. Warga berharap adanya tindakan tegas dari pemerintah dan aparat penegak hukum agar kejadian serupa tidak kembali memakan korban.
Salah satu warga, Rano Batalipu, turut menyampaikan keresahannya melalui komentar di media sosial Facebook. Ia menilai keberadaan ternak liar di jalan raya sudah sangat meresahkan masyarakat dan berpotensi memicu kecelakaan setiap saat.
“Kalau malam sudah bukan hal aneh lagi melihat sapi berkeliaran di jalan. Banyak kendaraan rusak karena ternak liar, sekarang pengendara motor yang jadi korban. Ini harus jadi perhatian serius bersama sebelum ada korban berikutnya,” tulisnya.
Rano berharap persoalan ternak liar tidak lagi dianggap sepele dan meminta adanya perhatian khusus dari pemerintah maupun pemilik ternak agar lebih bertanggung jawab mengandangkan hewan peliharaannya demi keselamatan bersama.
Penulis : Syam Manto
