Pada 3 Februari 2026, Kadis Dikbud Buol resmi menginstruksikan penguatan literasi dan numerasi melalui kegiatan kokurikuler di seluruh SMP se-Kabupaten Buol. Langkah ini disebut sebagai salah satu gebrakan awal dalam membangun fondasi pendidikan yang lebih kuat dan berdaya saing.
Kebijakan tersebut tidak lahir tanpa alasan. Jenjang SMP dinilai menjadi fase paling penting dalam perkembangan kemampuan berpikir siswa. Pada tahap ini, peserta didik mulai menghadapi materi pembelajaran yang lebih kompleks, abstrak, dan membutuhkan kemampuan analisis serta penalaran yang lebih tinggi.
Jika kemampuan literasi dan numerasi tidak diperkuat sejak SMP, siswa dikhawatirkan akan mengalami kesulitan saat melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA maupun SMK. Bahkan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesenjangan kompetensi di masa depan.
“Literasi dan numerasi adalah nyawa pendidikan! Kita tidak boleh berpuas diri. Melalui kokurikuler, kita akan terus asah kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan penerapan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari siswa SMP,” tegas Kadis Dikbud Buol, Muhamad A. Singara.
Berbeda dengan metode pembelajaran biasa di kelas, pendekatan kokurikuler dipilih karena dianggap lebih fleksibel, kontekstual, dan mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. Melalui berbagai kegiatan pendamping pembelajaran, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Program ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang mengusung tema:
“Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol pun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari guru, orang tua, sekolah, hingga stakeholder pendidikan lainnya untuk bersama-sama mendukung penguatan literasi dan numerasi sebagai gerakan bersama demi masa depan generasi Buol.
Langkah cepat yang diambil Kadis Dikbud Buol ini mendapat perhatian positif karena dinilai menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan sejak dini.
Dengan semangat “gaspol”, Pemerintah Kabupaten Buol berharap mampu melahirkan generasi yang agamis, literat, bernalar tajam, berkarakter kuat, dan memiliki daya saing tinggi untuk mewujudkan visi:
“Buol Agamis, Maju, Sejahtera, Berkeadilan dan Berdaya Saing.”
Editor : Syam Manto
