Kegiatan yang diikuti puluhan peserta Pramuka Penegak dan Pandega se-Kabupaten Buol ini berlangsung meriah dan penuh semangat di tengah suasana pantai yang asri, sejuk, dan menenangkan. Deburan ombak, angin laut yang berhembus lembut, serta rindangnya pepohonan di kawasan wisata Tanjung Dako memberikan pengalaman berbeda bagi seluruh peserta selama mengikuti kegiatan edukatif tersebut.
Tidak hanya sekadar berkemah, peserta juga dibekali berbagai materi penting mengenai literasi digital, etika bermedia sosial, pengawasan partisipatif, hingga penguatan nilai kebangsaan dan kepemimpinan generasi muda di era digital.
Suasana belajar yang dikombinasikan dengan keindahan alam membuat para peserta merasa nyaman dan antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Banyak peserta mengaku mendapatkan pengalaman baru yang tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mempererat kebersamaan sesama anggota Pramuka.
“Tempatnya sangat indah dan nyaman. Belajar di pinggir pantai seperti ini membuat suasana lebih menyenangkan dan tidak membosankan,” ungkap salah satu peserta kegiatan.
Anggota Bawaslu Kabupaten Buol, Ismajaya, mengatakan bahwa pemilihan lokasi di kawasan wisata Tanjung Dako bukan tanpa alasan. Selain memperkenalkan potensi wisata daerah, suasana alam terbuka dinilai mampu membangun semangat belajar, kedisiplinan, dan rasa kebersamaan peserta.
Menurutnya, generasi muda saat ini harus mampu menjadi pengguna media digital yang cerdas dan bertanggung jawab, terlebih di tengah perkembangan teknologi informasi dan maraknya penyebaran hoaks di media sosial.
“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang bukan hanya edukatif, tetapi juga menyenangkan dan membangun karakter. Alam yang indah seperti di Tanjung Dako ini menjadi tempat yang sangat tepat untuk membentuk semangat kebersamaan dan kepedulian generasi muda terhadap demokrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Buol, Karianto, S.Sos menegaskan bahwa kegiatan KLDP menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda melalui pendekatan yang edukatif dan dekat dengan kehidupan anak muda saat ini.
Menurutnya, kombinasi antara pendidikan demokrasi, literasi digital, dan kegiatan alam terbuka mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih efektif dan berkesan bagi peserta.
“Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam menggunakan media digital, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap demokrasi dan pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing. Generasi muda harus menjadi bagian dari solusi dalam menjaga ruang digital yang sehat dan demokrasi yang berkualitas,” ujar Karianto, S.Sos.
Suasana malam perkemahan juga menjadi momen yang paling berkesan. Cahaya api unggun di tepi pantai, suara ombak yang terus terdengar, serta kebersamaan para peserta menciptakan suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Buol, Ramli, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai KLDP menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk belajar, berdiskusi, sekaligus menikmati keindahan alam Kabupaten Buol.
“Tanjung Dako benar-benar memberikan suasana yang luar biasa. Peserta bukan hanya belajar tentang pengawasan pemilu dan literasi digital, tetapi juga belajar mencintai alam dan membangun solidaritas,” katanya.
Kegiatan KLDP ini sekaligus menjadi bukti bahwa kawasan wisata Tanjung Dako memiliki potensi besar sebagai lokasi kegiatan edukasi, kemah, dan wisata alam di Kabupaten Buol. Keindahan pantainya yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung maupun komunitas yang ingin melaksanakan kegiatan luar ruang.
Dengan semangat kebersamaan dan edukasi di tengah pesona alam pantai, KLDP 2026 diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas digital, peduli demokrasi, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat untuk masa depan Kabupaten Buol.
Sumber : Bawaslu Buol
Editor : Syam Manto
