JURNALNUSANTARA.ID, BUOL – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Buol bersama Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Buol sukses melaksanakan kegiatan Kemah Literasi Digital Pengawasan (KLDP) pada 9–10 Mei 2026 di kawasan wisata Tanjung Dako, Desa Mendaan, Kecamatan Karamat.
Kegiatan yang dikemas dalam konsep edukatif dan kebersamaan ini diikuti oleh 35 peserta Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai wilayah di Kabupaten Buol. KLDP menjadi salah satu langkah nyata Bawaslu dalam meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pengawasan partisipatif di era digital.
Di tengah perkembangan teknologi informasi dan pesatnya penggunaan media sosial oleh kalangan Gen Z, Bawaslu menilai penguatan literasi digital menjadi hal yang sangat penting. Pasalnya, bentuk pelanggaran pemilu saat ini tidak lagi hanya terjadi di ruang konvensional, tetapi juga berkembang ke ruang digital melalui berbagai platform media sosial.
Selama dua hari kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi penting mulai dari etika digital, penggunaan media sosial secara sehat dan positif, pengawasan pelanggaran pemilu, hingga penguatan nilai-nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan kebangsaan.
Suasana perkemahan yang berada di kawasan pantai Tanjung Dako turut memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Selain belajar dan berdiskusi, peserta juga menikmati keindahan alam pesisir yang asri dan penuh ketenangan, sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih santai namun tetap produktif.
Anggota Bawaslu Kabupaten Buol, Ismajaya, mengatakan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya di ruang digital yang saat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Melalui Kemah Literasi Digital Pengawasan ini, kami ingin membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjadi pelopor pengawasan pemilu serta bijak dalam menggunakan media digital. Pramuka memiliki karakter disiplin, kritis, dan kepedulian sosial yang sangat relevan dalam menjaga demokrasi yang sehat,” ujar Ismajaya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Buol, Karianto, menegaskan bahwa kolaborasi bersama Gerakan Pramuka merupakan langkah strategis dalam memperluas pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda.
Menurutnya, kegiatan KLDP bukan hanya sekadar agenda perkemahan biasa, melainkan ruang pembelajaran dan pembentukan karakter yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sadar demokrasi dan cerdas bermedia sosial.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar perkemahan, tetapi menjadi ruang edukasi dan pembentukan karakter bagi generasi muda agar memiliki kemampuan literasi digital yang baik serta mampu menjadi agen pengawasan di lingkungan masing-masing,” kata Karianto saat ditemui di lokasi kegiatan.
Sekretaris Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Buol, Rusman Usia, turut mengapresiasi sinergi yang dibangun antara Gerakan Pramuka dan Bawaslu dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ia menilai KLDP menjadi wadah positif untuk meningkatkan kapasitas anggota Pramuka, khususnya dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi di era digital saat ini.
“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan ruang pembelajaran bagi anggota Pramuka untuk meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam literasi digital dan pendidikan demokrasi. Kami berharap kerja sama seperti ini terus berlanjut,” ujar Rusman Usia.
Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kabupaten Buol, Ramli, juga menyampaikan bahwa seluruh peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang dilaksanakan.
Menurutnya, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berkemah di alam terbuka, tetapi juga mendapatkan pengetahuan baru mengenai pengawasan partisipatif dan penggunaan media digital yang sehat dan bertanggung jawab.
“Peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman berkemah, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru mengenai pengawasan partisipatif dan penggunaan media digital yang sehat. Ini menjadi bekal penting bagi generasi muda di era sekarang,” katanya.
Melalui kegiatan KLDP ini, Bawaslu Kabupaten Buol berharap dapat membangun budaya pengawasan pemilu yang lebih kuat di tengah masyarakat, sekaligus meningkatkan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi dan arus digitalisasi yang semakin pesat.
Dengan semangat kolaborasi, edukasi, dan kebersamaan, Kemah Literasi Digital Pengawasan diharapkan menjadi program berkelanjutan yang mampu mencetak generasi muda Buol yang kritis, cerdas digital, dan peduli terhadap demokrasi Indonesia.
Sumber : Bawaslu BUOL
Editor : Syam Manto
