JURNALNUSANTARA.ID, BUOL – Wakil Bupati Buol Dr. Nasir Dj. Daimaroto, SH., MH secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Bunobogu dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Buol Tahun 2027, Senin (2/3/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Bunobogu.
Musrenbang ini turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim, SH., MH, Anggota DPRD Kabupaten Buol Harno, S.Sos, Jaksa Fungsional Kecamatan Bunobogu Mardiansyah Panggabean, SH, Ketua TP-PKK Kabupaten Buol Ny. Shinta Andriani Ningsih Triwibowo, para Asisten Setda, pimpinan OPD, Camat Bunobogu, kepala desa dan ketua BPD se-Kecamatan Bunobogu, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Buol tahun 2027 mengusung tema “Mengembangkan Sektor Pertanian dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi untuk Percepatan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Stunting.”
Menurutnya, pengelolaan keuangan daerah harus dilakukan secara disiplin dan bijak dengan memprioritaskan belanja produktif yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kita harus disiplin dan bijak dalam pengelolaan keuangan daerah. Belanja produktif harus diutamakan guna menopang program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, penguatan Koperasi Merah Putih, serta penguatan ketahanan pangan,” ujar Wakil Bupati.
Ia juga menyoroti sejumlah tantangan pembangunan daerah, di antaranya angka stunting yang masih mencapai 36,9 persen serta tingkat kemiskinan sebesar 13,08 persen. Untuk itu, pemerintah daerah berkomitmen mengakselerasi pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor unggulan seperti pertanian dan perikanan.
Sementara itu, Kepala BPKAD Kabupaten Buol dalam paparannya menjelaskan kondisi fiskal daerah yang cukup menantang. Meski Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 melampaui target hingga Rp108,62 miliar, pemerintah daerah harus menghadapi pemotongan dana transfer pusat sebesar Rp86,2 miliar.
Ia menyebutkan bahwa lebih dari 50 persen APBD digunakan untuk belanja pegawai, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan relatif terbatas, yakni sekitar Rp76,5 miliar.
“Karena itu, setiap usulan yang muncul dari Musrenbang harus benar-benar prioritas, realistis, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Selain mendukung berbagai program nasional, Pemerintah Kabupaten Buol juga terus mendorong sejumlah program strategis daerah, di antaranya Program Buol Terang untuk pemerataan akses listrik hingga ke desa-desa terpencil, pengembangan PSDKU (Program Studi di Luar Kampus Utama) dengan pembukaan program studi PGSD dan Administrasi Pemerintahan, serta penguatan BLK Buol Hebat dalam menyiapkan tenaga kerja terampil, termasuk melalui program magang ke Jepang yang telah meluluskan enam peserta perdana.
Camat Bunobogu Irwansyah, SP., MAP dalam laporannya menyampaikan bahwa Kecamatan Bunobogu telah mengusulkan 87 program dan kegiatan pembangunan melalui aplikasi SIPD-RI.
Ia juga melaporkan capaian positif dalam penanganan stunting di wilayahnya yang kini berada di angka 10,3 persen, serta progres program cetak sawah seluas 73 hektare yang diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Buol Harno, S.Sos menegaskan bahwa pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan layanan kesehatan, serta sinkronisasi program antara desa dan pemerintah daerah.
“Musrenbang merupakan momentum penting untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kebijakan fiskal pemerintah daerah,” ujarnya.
Kegiatan Musrenbang Kecamatan Bunobogu ditutup dengan harapan agar seluruh elemen masyarakat terus mengedepankan semangat gotong royong, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui budaya kerja bakti, sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia.
(Humas Diskominfo Buol)
