Pemda Buol Jalankan Program “Buol Terang”, Pasang 2.500 Lampu Jalan untuk Tingkatkan Keamanan dan Aktivitas Ekonomi



JURNALNUSANTARA.ID, BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol terus berupaya meningkatkan pelayanan publik melalui program “Buol Terang”, yakni pembangunan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang bertujuan meningkatkan keselamatan, keamanan, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat pada malam hari.
Kepala Bappeda Kabupaten Buol, Satar MS. Badang, menjelaskan bahwa selama ini kondisi penerangan jalan di daerah tersebut masih sangat terbatas. Berdasarkan data pemerintah daerah, sebelum program ini dilaksanakan jumlah lampu penerangan jalan yang tersedia hanya sekitar 450 titik, dan sebagian besar masih menggunakan lampu merkuri yang boros energi serta kualitas pencahayaannya sudah tidak optimal.
“Melalui program Buol Terang, pemerintah daerah melakukan pemasangan sekitar 2.500 titik lampu PJU yang tersebar di wilayah Kabupaten Buol,” jelas Satar.
Ia mengatakan, pemasangan tersebut mencakup 10 kecamatan dengan alokasi sekitar 45 titik lampu di setiap kecamatan, serta wilayah dalam kota yang meliputi 7 kelurahan.
Khusus di wilayah perkotaan, pemasangan lampu difokuskan pada lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi, seperti titik rawan kecelakaan lalu lintas, area yang berpotensi terjadi tindak kriminalitas dan kenakalan remaja, pusat keramaian masyarakat, serta kawasan aktivitas ekonomi dan UMKM.
Dengan adanya penerangan jalan yang lebih memadai, diharapkan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman pada malam hari.
Program Buol Terang memiliki nilai investasi sekitar Rp28 miliar. Namun pemerintah daerah menegaskan bahwa pembiayaannya tidak dilakukan sekaligus dalam satu tahun anggaran. Pemkab Buol menggunakan skema pembayaran bertahap selama tiga tahun, yang juga sudah termasuk biaya pemeliharaan lampu jalan oleh pihak ketiga selama tiga tahun.
Artinya, selama periode tersebut pemerintah daerah tidak lagi menanggung biaya pemeliharaan karena menjadi tanggung jawab penyedia layanan.
Program ini juga mempertimbangkan kondisi penerimaan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU). Pada tahun 2025, penerimaan PPJU Kabupaten Buol tercatat sekitar Rp4 miliar lebih. Dari jumlah tersebut, pemerintah daerah harus membayar rekening listrik PJU sekitar Rp2,7 miliar per tahun kepada PLN.
Sementara itu, lampu yang selama ini digunakan masih didominasi teknologi lama (merkuri) yang memiliki konsumsi listrik cukup tinggi. Melalui program Buol Terang, lampu yang dipasang menggunakan teknologi LED yang jauh lebih hemat energi dan memiliki kualitas pencahayaan lebih baik.
Berdasarkan perhitungan teknis dari pihak PLN, dengan pemasangan 2.500 titik lampu LED, estimasi biaya listrik yang harus dibayar pemerintah daerah justru sekitar Rp1,7 miliar per tahun, atau lebih rendah dibandingkan biaya sebelumnya.
Dengan demikian, selain meningkatkan jumlah lampu penerangan jalan secara signifikan, program ini juga memberikan efisiensi biaya listrik daerah dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Buol juga memahami adanya berbagai tanggapan masyarakat di media sosial yang mempertanyakan program ini dan mengaitkannya dengan persoalan kemiskinan, stunting, maupun kondisi jalan yang masih perlu diperbaiki.
Namun pemerintah menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya difokuskan pada satu sektor saja. Pembangunan dilakukan secara bersamaan dan bertahap di berbagai sektor, termasuk penanganan kemiskinan, kesehatan, perbaikan infrastruktur jalan, pendidikan, serta pelayanan publik lainnya.
Di sisi lain, pemerintah juga menegaskan bahwa penerangan jalan umum merupakan hak masyarakat. Setiap bulan masyarakat membayar Pajak Penerangan Jalan (PPJU) melalui tagihan listrik. Karena itu, ketika pemerintah menghadirkan penerangan jalan yang lebih baik dan merata, pada dasarnya pemerintah sedang mengembalikan layanan yang menjadi hak masyarakat.
Jika dilihat secara historis sejak terbentuknya Kabupaten Buol pada tahun 1999 hingga 2025, akumulasi penerimaan PPJU tentu telah mencapai jumlah yang sangat besar. Jika dibandingkan dengan nilai investasi pembangunan PJU saat ini sebesar Rp28 miliar, secara akumulatif penerimaan tersebut jauh lebih besar.
Karena itu, program Buol Terang dinilai sebagai langkah pemerintah daerah untuk menghadirkan kembali manfaat nyata dari pajak yang selama ini dibayarkan masyarakat, dalam bentuk penerangan jalan yang lebih merata, aman, dan modern.
Pemerintah Kabupaten Buol berharap masyarakat dapat melihat program ini secara utuh sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Buol yang lebih aman, terang, tertib, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pada malam hari.

Lebih baru Lebih lama