LPG 3 Kg Tembus Rp90 Ribu, Warga Buol Menjerit – Sekda Tantang Tunjukkan Pelaku, Ancam Cabut Izin Pangkalan

 


JURNALNUSANTARA.ID, BUOL – Harga LPG subsidi ukuran 3 kilogram di Kabupaten Buol kembali menjadi sorotan publik. Warga mengeluhkan harga gas melon yang di lapangan disebut-sebut menembus hingga Rp90.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang seharusnya berlaku.
Keluhan tersebut disuarakan oleh Kasmin, salah satu Ketua RT di Kelurahan Buol, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya Kasmin FU pada Selasa (10/03/2026). Dalam tulisannya, ia menyuarakan kegelisahan masyarakat kecil yang merasa semakin terhimpit dengan tingginya harga LPG bersubsidi.
“Lihatlah keadaan rakyat di luar sana. Masyarakat sudah sangat tersiksa dengan kondisi penjualan LPG bersubsidi yang sudah tidak masuk akal. Harga yang seharusnya mengikuti HET kini dijual hingga tiga kali lipat,” tulisnya.
Kasmin menilai kondisi tersebut bukan lagi sekadar pelanggaran kecil, tetapi sudah menjadi bentuk ketidakadilan terhadap masyarakat kecil yang setiap hari bergantung pada LPG bersubsidi untuk kebutuhan memasak.
Ia juga menyoroti dugaan bahwa praktik penjualan dengan harga tinggi tidak hanya terjadi di tingkat pengecer, tetapi juga diduga terjadi di pangkalan LPG yang seharusnya menjadi penyalur resmi.
“Masalah ini sudah berkali-kali disampaikan, sudah sering dibicarakan, bahkan sudah dijanjikan akan ditindak. Namun sampai hari ini rakyat belum melihat tindakan nyata. Justru yang terjadi di lapangan semakin parah,” tulis Kasmin dalam unggahannya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Buol Moh. Yamin Rahim, SH,MH yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas LPG, langsung memberikan komentar pada unggahan tersebut.
Sekda meminta agar laporan tidak hanya disampaikan di media sosial, tetapi juga dilengkapi dengan informasi yang jelas agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Coba tunjukkan di mana itu yang jual. Kalau ada yang begitu langsung lapor ke Satgas, ada lurah dan perangkatnya termasuk Bapak selaku RW di Lingkungan Tanjung, camat selanjutnya ke atas. Bukan ba lapor di Facebook, karena kalau di Facebook tanggapan warga bisa macam-macam,” tulis Sekda dalam komentarnya.
Ia bahkan menegaskan siap mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pangkalan atau pengecer yang menjual LPG subsidi dengan harga tidak wajar.
“Sampaikan sekarang di mana dan siapa itu pengecer atau pangkalan yang ba jual. Saya suruh cabut izinnya hari ini,” tegasnya.
Dalam komentar lanjutan, Sekda kembali menegaskan keseriusannya sebagai Ketua Satgas LPG di Kabupaten Buol.
“Saya serius selaku ketua Satgas. Kalau dia penjual atau pengecer dadakan, saya perintahkan Pol PP bawa ke Polres karena itu masuk kategori kejahatan, mengambil kesempatan dalam kesempitan orang,” ujarnya.
Isu kelangkaan dan mahalnya harga LPG 3 kilogram memang kerap menjadi keluhan masyarakat di berbagai daerah, terutama menjelang momen tertentu ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah benar-benar turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi, sehingga gas yang diperuntukkan bagi masyarakat kecil tersebut dapat dijual sesuai aturan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan berlebihan.

Penulis : Syam Manto 

Lebih baru Lebih lama