JURNALNUSANTARA.ID, BUOL – Pemerintah Desa Lripubogu, Kecamatan Gadung, terus memperkuat program ketahanan pangan desa sebagai bentuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan mengembangkan berbagai komoditas pertanian di kebun pangan desa, termasuk kacang tanah yang kini dimanfaatkan sebagai alternatif bahan pangan dalam program MBG.
Kepala Desa Lripubogu, Hamsa Husain, menjelaskan bahwa penanaman kacang tanah tersebut dilakukan atas permintaan pihak SPPG (Dapur MBG) untuk mendukung ketersediaan bahan pangan bagi menu dalam program tersebut.
“Ini masih bagian dari program ketahanan pangan Desa Lripubogu. Kami sengaja menanam kacang tanah karena ada permintaan dari pihak SPPG atau dapur MBG. Kacang tanah ini menjadi alternatif pengganti tempe dalam program MBG,” ujar Hamsa.
Ia menambahkan, kebun pangan desa tidak hanya menanam satu jenis komoditas. Berbagai tanaman pangan dan hortikultura juga dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi desa. Di antaranya semangka, jagung, terong, kacang tanah, serta rica (cabai) yang ditanam secara bertahap di lahan kebun pangan desa.
Menurut Hamsa, program MBG yang didukung melalui pemanfaatan Dana Desa memberikan dampak positif bagi perekonomian desa. Selain membantu memenuhi kebutuhan dapur MBG, kegiatan tersebut juga membuka peluang peningkatan pendapatan desa di tengah kondisi efisiensi anggaran.
“Alhamdulillah program MBG yang dicanangkan pemerintah pusat lewat Dana Desa benar-benar sangat bermanfaat bagi desa. Selain menunjang kebutuhan MBG, juga dapat menambah pendapatan desa di tengah efisiensi anggaran,” jelasnya.
Tidak hanya untuk mendukung program MBG, keberadaan kebun pangan desa juga berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Desa Lripubogu.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 lalu kebun pangan desa mampu menjadi salah satu produsen sayur yang cukup aktif di wilayah tersebut. Hasil panen dari kebun desa bahkan banyak diminati oleh pedagang sayur keliling maupun pedagang yang berjualan di pasar.
“Banyak penjual sayur keliling maupun pedagang di pasar yang datang membeli langsung hasil kebun pangan desa untuk kemudian mereka pasarkan kembali,” ungkapnya.
Dengan berbagai komoditas yang dikembangkan, Pemerintah Desa Lripubogu berharap kebun pangan desa dapat terus berkembang dan menjadi salah satu sumber ketahanan pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Ke depan, pemerintah desa juga berkomitmen untuk memperluas pengembangan kebun pangan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat serta dapat terus mendukung program nasional seperti MBG dalam meningkatkan gizi dan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Syam Manto
