JURNALNUSANTARA.ID, BUOL – Bupati Buol yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Buol, Wahyu Setiabudi, SH, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tiloan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Buol Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di BPU Desa Boilan, Kamis (5/3/2026).
Musrenbang ini menjadi forum penting untuk menjaring aspirasi masyarakat dari tingkat desa sebagai dasar penyusunan program pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Buol Ahmad Kuntuamas, Ketua TP-PKK Kabupaten Buol Ny. Shinta Andriani Ningsih, Kepala Bappeda Satar MS Badang, SE, jajaran pimpinan OPD, unsur Forkopimcam, serta tokoh masyarakat setempat.
150 Usulan Pembangunan dan Perhatian pada Stunting
Dalam laporannya, Camat Tiloan Djufri Lamadang, SE menyampaikan bahwa Kecamatan Tiloan telah menginput 150 usulan kegiatan pembangunan melalui aplikasi SIPD-RI. Usulan tersebut mencakup berbagai sektor prioritas sesuai kebutuhan masyarakat di desa-desa.
Selain pembangunan infrastruktur, isu kesehatan juga menjadi perhatian utama, khususnya dalam upaya penanganan stunting.
Berdasarkan hasil screening yang dilakukan di wilayah Kecamatan Tiloan, tercatat 78 kasus stunting yang tersebar di sembilan desa. Desa Kokobuka menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi sebanyak 14 kasus, disusul Desa Air Terang 12 kasus dan Desa Jatimulya 11 kasus.
Data tersebut diharapkan menjadi acuan bagi perangkat daerah dalam merumuskan program intervensi kesehatan pada tahun mendatang.
Sinergi Program DPRD dan Pemerintah Daerah
Dalam sambutannya, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Buol Ahmad Kuntuamas menegaskan pentingnya efisiensi dan ketepatan dalam penggunaan anggaran daerah.
Ia menyampaikan bahwa pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD akan disinergikan dengan program pemerintah daerah agar pembangunan dapat difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti infrastruktur dasar, penguatan UMKM, pertanian, pendidikan, serta penanganan stunting.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Buol Satar MS Badang, SE memaparkan arah pembangunan daerah yang berlandaskan visi “Mewujudkan Buol Agamis sebagai daerah Agropolitan yang maju dan berkelanjutan.”
Untuk tahun 2027, fokus pembangunan akan diarahkan pada transformasi digital, reformasi birokrasi, serta percepatan pembangunan wilayah berbasis perdesaan.
Dukung Program Nasional dan Provinsi
Arahan Bupati Buol Risharyudi Triwibowo, MM, yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Wahyu Setiabudi, menegaskan bahwa setiap alokasi anggaran daerah harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Bupati juga menekankan pentingnya keselarasan antara perencanaan pembangunan daerah dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta program prioritas nasional.
“Perencanaan pembangunan harus bersifat partisipatif dan selaras dengan kebijakan nasional. Pemerintah daerah mendukung penuh program seperti Makan Bergizi Gratis, Penguatan Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Cek Kesehatan Gratis,” demikian pesan Bupati.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk terus menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan kerja bakti dan gotong royong.
Kegiatan Musrenbang Kecamatan Tiloan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan. Hasil pembahasan pada forum ini nantinya akan menjadi bahan integrasi dalam Forum Perangkat Daerah serta Musrenbang tingkat Kabupaten Buol sebagai dasar penyusunan RKPD Kabupaten Buol Tahun 2027.
(Humas Diskominfo Buol)
Editor : Syam Manto
