JURNALNUSANTARA.ID, BUOL – Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buol Tahun 2026 yang digelar pada Rabu (04/03/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Ulama Menuju Buol yang Agamis, Agropolitan, Maju, dan Berkelanjutan.”
Musda tersebut menjadi forum penting bagi para ulama untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus merumuskan arah program kerja MUI ke depan dalam mendukung pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Bupati Risharyudi Triwibowo menegaskan bahwa peran ulama sangat krusial sebagai penjaga moral masyarakat, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital serta dinamika sosial dan geopolitik global.
Menurutnya, pembangunan daerah yang berfokus pada penguatan ekonomi dan sektor pertanian melalui konsep Agropolitan tidak akan memiliki makna jika tidak ditopang oleh pondasi moral dan spiritual yang kuat.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa pembangunan tidak akan bermakna tanpa pondasi moral dan spiritual yang kuat. Ulama adalah penjaga masyarakat dari degradasi etika di era digital ini,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menitipkan tiga pesan penting kepada kepengurusan MUI Kabupaten Buol yang akan terpilih melalui Musda.
Pertama, MUI diharapkan dapat menjadi “payung teduh” bagi umat, yang mampu menghadirkan kesejukan dan persatuan di tengah keberagaman serta dinamika politik dan sosial masyarakat.
Kedua, pemerintah daerah mengharapkan masukan, kritik konstruktif, serta fatwa sosial dari para ulama yang dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, produktif, dan berakhlak.
Ketiga, MUI diharapkan dapat berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat, terutama melalui sertifikasi halal, serta edukasi mengenai manajemen keuangan syariah bagi petani dan pelaku UMKM di Kabupaten Buol.
Lebih lanjut, Bupati juga mengajak para ulama untuk bersama-sama membumikan konsep “Ekonomi Langit” dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian. Konsep tersebut menekankan pentingnya etos kerja, kemandirian ekonomi, serta menjaga kelestarian alam sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Acara pembukaan Musda MUI ini turut dihadiri Bendahara Umum MUI Provinsi Sulawesi Tengah, Kiyai Dr. Muhammad Ulil Hidayat, M.Ag, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Buol.
Bupati Risharyudi Triwibowo berharap melalui musyawarah ini dapat terpilih kepengurusan MUI Kabupaten Buol yang amanah serta menghasilkan program kerja yang mampu menjawab persoalan riil masyarakat, sekaligus memperkuat peran ulama dalam mendukung pembangunan daerah.
(Humas Diskominfo Buol)
Editor : Syam Manto
