JURNALNUSANTARA.ID, Makassar — Ketua Umum BPC HIPMI Buol, Sadat Al Habsyi, menghadiri Sidang Dewan Pleno (SDP) ke-XVIII Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Kota Makassar, pada 14–16 Februari 2026.
Kegiatan strategis tahunan ini menjadi forum penting yang mempertemukan seluruh pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Forum ini bertujuan membahas isu-isu strategis organisasi, sinkronisasi program kerja, peluang bisnis nasional, serta persiapan menuju Musyawarah Nasional (MUNAS) HIPMI 2026.
Sidang Dewan Pleno HIPMI dibuka langsung oleh Ketua Dewan Kehormatan BPP HIPMI, Bahlil Lahadalia, yang saat ini juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pengusaha muda dalam memanfaatkan peluang investasi, khususnya di sektor energi dan pertambangan yang menjadi prioritas nasional.
Selain itu, forum juga mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang mendorong kolaborasi aktif antara pengusaha muda dan pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian nasional berbasis kewirausahaan.
Tidak hanya sidang pleno, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan forum bisnis nasional yang menghadirkan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, sebagai salah satu pembicara utama. Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan bahwa sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi generasi muda. Ia juga membagikan kisah perjuangannya membangun usaha dari nol hingga sukses, sebagai motivasi bagi para pengusaha muda agar berani memulai dan berinovasi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum BPC HIPMI Buol, Sadat Al Habsyi, menegaskan komitmennya untuk menjadikan HIPMI sebagai wadah strategis bagi pengusaha muda di Kabupaten Buol dan wilayah Sulawesi Tengah.
“HIPMI harus menjadi rumah besar bagi pengusaha muda Kabupaten Buol yang ingin berkembang dan membangun jejaring usaha hingga tingkat nasional. Kita tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus mengambil bagian dalam pembangunan ekonomi daerah,” tegas Sadat.
Ia juga menambahkan bahwa momentum Sidang Dewan Pleno ini menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kolaborasi antara pengurus pusat dan daerah.
“Forum ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang strategis untuk menyatukan visi, mempercepat program kerja, serta memastikan HIPMI tetap relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Tengah, Muhammad Fakhri Fadhlurahman, yang menyampaikan laporan kinerja dan arah program kerja HIPMI Sulawesi Tengah sebagai bagian dari sinergi dengan kebijakan organisasi di tingkat nasional.
Laporan tersebut menjadi acuan bagi seluruh BPC HIPMI di wilayah Sulawesi Tengah, termasuk HIPMI Buol, dalam merumuskan strategi pengembangan organisasi dan pemberdayaan anggota.
Forum Strategis untuk Masa Depan HIPMI dan Pengusaha Muda Indonesia.
Sidang Dewan Pleno HIPMI ke-XVIII Tahun 2026 menghasilkan sejumlah poin strategis, di antaranya:
Sinkronisasi program kerja antara pusat dan daerah
Pembahasan isu strategis organisasi dan ekonomi nasional
Pertukaran informasi dan peluang bisnis antar daerah
Keikutsertaan Ketua Umum BPC HIPMI Buol dalam forum nasional ini menjadi bukti komitmen kuat HIPMI Buol dalam memperluas jaringan, meningkatkan kapasitas anggota, serta mendorong lahirnya pengusaha muda yang inovatif, tangguh, dan berdaya saing nasional.
Dengan semangat kolaboratif dan progresif, HIPMI diharapkan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, baik di daerah maupun di tingkat nasional, sekaligus mencetak generasi pengusaha muda yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan ekonomi yang lebih kuat dan mandiri.
Editor : Syam Manto





