RSUD Pastikan Seluruh Pasien Dugaan Keracunan MBG Tanpa Keluhan dan Sudah Dipulangkan, Bupati Buol Perketat Pengawasan



JURNALNUSANTRA.ID, Buol – Pemerintah Kabupaten Buol memastikan seluruh anak-anak yang menjadi korban dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah sembuh dan kembali ke rumah masing-masing. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat.
“Alhamdulillah semua anak-anak pasien dugaan keracunan MBG sudah sembuh dan pulang ke rumah masing-masing,” ujar Bupati Risharyudi. (30/01/2026)
Sementara itu, Direktur RSUD Mokoyurli Buol, Dr. Maryati Ismail, saat diwawancarai Media Jurnal Nusantara menyampaikan bahwa seluruh pasien yang diduga mengalami keracunan MBG telah dinyatakan pulih dan tidak lagi mengeluhkan gejala apa pun.
“Hari ini semua pasien dugaan keracunan MBG sudah pulih tanpa ada keluhan dan sudah dipulangkan. Kemarin lima pasien sudah lebih dulu dipulangkan,” jelas Dr. Maryati. (30/01/2026)
Meski seluruh korban telah pulih, Bupati menegaskan bahwa insiden tersebut menjadi pelajaran serius bagi pemerintah daerah. Satgas SPPG Pemda Buol bersama seluruh pihak terkait saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam kejadian tersebut, sekaligus memperluas pengawasan ke seluruh SPPG di Kabupaten Buol.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Buol akan menempatkan pegawai pemerintah, baik PNS, PPPK, maupun tenaga paruh waktu, untuk secara khusus mengawasi seluruh tahapan penyediaan makanan MBG. Pengawasan mencakup pemilihan bahan baku awal, proses pemasakan, penyimpanan makanan di box, hingga distribusi kepada penerima manfaat.
Selain itu, aspek sarana dan prasarana juga masuk dalam radar pengawasan ketat. Mulai dari kebersihan alat dapur, kualitas air pencucian, peralatan masak, hingga sanitasi lingkungan dapur SPPG akan diperiksa secara berkala.
“Kita semua tidak ingin Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti keracunan massal kemarin, ataupun keracunan tunggal, bahkan makanan yang tidak layak disajikan. Ini menjadi perhatian serius kami,” tegas Bupati.
Meski sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, Bupati memastikan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Buol tetap dilaksanakan. Namun, pelaksanaannya akan disertai pengetatan pengawasan yang lebih ketat dan terstandar.
“InsyaAllah MBG di Buol tetap berjalan, tetapi dengan pengawasan yang lebih baik dan profesional,” pungkasnya.
Langkah tegas ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik serta menjamin setiap anak di Kabupaten Buol memperoleh makanan yang aman, sehat, dan bergizi sesuai standar.

Editor : Syam Manto 

Lebih baru Lebih lama