“Kades SL Bantah Tuduhan, Minta Klarifikasi Pihak Kafe atau Proses Hukum Berlanjut”

 


JURNALNUSANTARA.ID, Buol — Polemik video viral yang menyeret nama oknum Kepala Desa (Kades) berinisial SL kembali memasuki babak baru. SL menegaskan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak kafe yang diduga merekam dan menyebarkan videonya tanpa izin, karena dianggap telah melanggar privasi serta menciptakan persepsi keliru di tengah masyarakat.

Dalam keterangannya kepada media, SL menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berinisiatif pergi ke kafe tersebut, melainkan hanya mengikuti ajakan mantan Kepala Desa Negeri Lama (Nelam), berinisial IM.

“Awalnya IM datang ke rumah saya di Desa Pajeko dan mengajak saya untuk ikut bernyanyi di salah satu kafe di wilayah Leok. Karena kondisi batin saya sedang tertekan terkait persoalan rumah tangga, saya ikut secara spontan,” jelas SL.

SL mengaku tujuan utamanya ke kafe itu hanyalah untuk bernyanyi, bukan untuk memesan layanan lain sebagaimana ditafsirkan dalam video yang beredar.
“Saya sempat ingin pulang karena tidak punya dana cukup, tapi IM melarang. Soal ‘ladies’, saya tidak tahu-menahu. Saya ke sana hanya untuk menyanyi,” tegas SL.


SL juga mengungkapkan bahwa ketika berada di ruangan tersebut, sudah ada beberapa orang lain dari desa lain seperti Lamadong dan Mangubi. Ia terkejut saat mengetahui seluruh pesanan di ruangan tersebut dibebankan atas namanya.

“Mungkin karena saya kades, mereka pikir saya punya banyak uang. Padahal saya tidak memesan apa pun. Saya hanya bayar sekitar Rp600 ribu kepada IM, itu pun karena IM yang mengajak kami ke sana,” ungkapnya.

SL merasa dirugikan karena pihak kafe kemudian menagih tambahan biaya beberapa hari setelah kejadian. Ia menegaskan bahwa seluruh biaya yang dibebankan kepadanya sudah ia serahkan kepada IM, sehingga ia menolak jika tagihan tersebut kembali diarahkan kepadanya.

Berkaitan dengan video yang beredar luas, SL dengan tegas menyatakan akan membawa masalah ini ke ranah hukum apabila pihak kafe tidak memberikan klarifikasi resmi.


“Intinya, kalau pihak yang merekam dan menyebarkan video tidak membuat pernyataan klarifikasi di media sosial soal kebenarannya, mohon maaf, proses hukum tetap akan jalan" tegas SL


Meski merasa dirugikan, SL tetap menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, keluarga, dan para kepala desa. Ia mengakui bahwa keberadaannya di lokasi tersebut sudah menimbulkan polemik.
“Apa yang saya lakukan itu tidak benar. Saya minta maaf kepada masyarakat, keluarga, para kepala desa, dan camat. Jika karena kejadian ini saya harus mundur dari jabatan, saya siap,” ungkapnya.

Editor : Syam Manto 

Lebih baru Lebih lama