"Buol Berbangga: Dua Putra Daerah Buol Resmi Menyandang Gelar Profesor/Guru Besar"



JURNALNUSANTARA.ID, Palu — Dunia pendidikan Kabupaten Buol mencatat sejarah penting pada tanggal 26 Januari 2026 nanti, dua putra terbaik daerah akan  resmi dikukuhkan sebagai Profesor di Universitas Tadulako (Untad) Palu. Momentum ini bukan hanya prestasi personal, tetapi sekaligus kebanggaan kolektif bagi masyarakat Buol dan inspirasi bagi generasi muda dari Tanah Pogogul.
Universitas Tadulako saat ini telah memiliki 109 Profesor/Guru Besar (GB). Pihak kampus menargetkan peningkatan menjadi 120–130 Guru Besar untuk memenuhi standar 10% dari total jumlah dosen, target realistis yang diyakini dapat dicapai dalam waktu dekat.
Dua Putra Buol Resmi Sandang Gelar Profesor
Tokoh pendidikan Kabupaten Buol sekaligus utusan khusus Bupati Buol untuk pendirian PSDKU Untad Palu, Moh. Nur Korompot, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pencapaian monumental ini.
“Alhamdulillah, tanggal 26 Januari 2026 menjadi hari bersejarah bagi dunia pendidikan di Kabupaten Buol. Dua putra terbaik daerah resmi menyandang gelar akademik tertinggi sebagai Profesor. Ini inspirasi besar bagi masyarakat kita,” ungkapnya.
Dua akademisi yang dikukuhkan sebagai Profesor/Guru Besar adalah Prof. Dr. Samsurizal M. Suleman, M.Si dan Prof. Dr. Jamaludin Sakung, S.Pd., M.Kes
Keduanya menjadi representasi keberhasilan putra daerah yang menembus jenjang akademik tertinggi dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya.
Pengukuhan yang Menginspirasi Buol
Momentum pengukuhan ini membawa dampak psikologis dan sosial yang positif bagi masyarakat Buol. Hal ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia Bugol memiliki potensi besar apabila diberi kesempatan, fasilitas, dan semangat juang yang konsisten.
1. Mengingat Kembali Jejak Panjang Pendidikan di Buol
Pengukuhan kedua profesor tersebut menghidupkan kembali memori sejarah pendidikan di Kabupaten Buol. Dahulu, pendidikan formal mulai berkembang dengan hadirnya Sekolah Rakyat/SR-SD yang dibuka pada awal abad ke-20. Meski berada dalam keterbatasan, para pelajar dari Buol tetap memiliki tekad kuat melanjutkan pendidikan ke daerah lebih maju, 
Perjalanan menuntut ilmu di masa itu penuh tantangan. Jarak yang jauh, akses transportasi terbatas, serta kondisi ekonomi yang sederhana tidak mampu menghalangi semangat rakyat Buol untuk menapaki pendidikan lebih tinggi.
2. Fenomena Bersejarah: Hadirnya SPG sebagai Kawah Candradimuka Guru
Salah satu tonggak pendidikan paling bersejarah di Buol adalah berdirinya SPG (Sekolah Pendidikan Guru). Lembaga ini dibentuk melalui kolaborasi tokoh lokal dan pendidik asal Gorontalo, yang kemudian menjadi pusat pengkaderan guru-guru muda di wilayah Buol.
SPG menjadi mercusuar kemajuan intelektual, melahirkan banyak pendidik yang kemudian bertugas di berbagai pelosok Buol hingga keluar daerah.
Kini, kehadiran profesor dari Buol seolah menghidupkan kembali semangat generasi yang ditempa oleh SPG dan pendidikan rakyat pada masa lalu.
Langkah Besar untuk Masa Depan Pendidikan Buol
Capaian Prof. Samsurizal dan Prof. Jamaludin bukan hanya penghargaan akademik—tetapi juga sinyal kuat bahwa Buol memiliki modal besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan tinggi.
Prestasi ini sekaligus mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Buol dalam memperjuangkan pendirian PSDKU Untad Palu di Kabupaten Buol, sehingga akses pendidikan tinggi semakin dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Editor :  Syam Manto

Lebih baru Lebih lama