JURNALNUSANTARA.ID, Buol — Pengurus Masjid Jabal Nur Kelurahan Kali terus menggagas inovasi positif untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga melalui program Kopi Pasca Jumat (Kopaja). Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap hari Jumat usai pelaksanaan Salat Jumat di area Masjid Jabal Nur sebagai sarana berkumpul, berdiskusi, dan memperkuat hubungan kekeluargaan.
Kopaja menghadirkan suasana akrab dan hangat. Jamaah, pengurus masjid, hingga masyarakat sekitar duduk bersama sambil menikmati kopi dan hidangan sederhana. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk membahas persoalan syiar agama dan program keumatan yang perlu dikembangkan di lingkungan masjid.
Menurut Wawan Laindjong, pengurus Masjid Jabal Nur, program ini telah berjalan selama 12 pekan dan menunjukkan perkembangan yang sangat baik. Minat jamaah untuk hadir dalam kegiatan ini meningkat setiap minggunya.
“Alhamdulillah, antusiasme jamaah semakin tinggi. Setiap pekan selalu ada wajah baru yang ikut bergabung. Kopaja kami selenggarakan bukan sekadar ngopi, tetapi untuk mempererat ukhuwah dan membangun komunikasi yang baik antara pengurus, jamaah, dan masyarakat sekitar,” ujarnya. (16/01/2026)
Wawan juga menambahkan bahwa peningkatan partisipasi jamaah tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah. Program Kopaja resmi dilaunching oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Moh. Yamin Rahim, SH., MH., yang memberikan perhatian dan apresiasi atas inisiatif positif pengurus Masjid Jabal Nur.
Hidangan yang disajikan berupa kopi, teh, serta makanan ala kadarnya hasil swadaya jamaah. Meski sederhana, kebersamaan yang terbangun menjadi nilai utama dalam setiap pertemuan.
Dengan kehadiran Kopaja, Masjid Jabal Nur bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas sosial dan dakwah yang lebih hidup. Program ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di wilayah Kabupaten Buol untuk menghadirkan kegiatan kreatif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Kopaja terus berkembang sebagai ruang berkumpul penuh kehangatan—tempat di mana secangkir kopi menjadi awal dari silaturahmi yang berkualitas dan kebersamaan yang semakin kuat.
Editor : Syam Manto
