JURNALNUSANTARA.ID, Buol – Meski berada di tengah upaya efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tetap berkomitmen menghadirkan pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buol, Darsyad, ST, dalam keterangan resminya. (24/09/2025)
Darsyad menegaskan, keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi pemerintah daerah untuk terus memperhatikan sarana dan prasarana jalan, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.
“Alhamdulillah, meski anggaran terbatas, kita masih bisa melaksanakan sejumlah pembangunan dan pemeliharaan jalan. Ini penting untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan mobilitas warga,” ujarnya.
Adapun beberapa kegiatan pembangunan dan pemeliharaan jalan yang saat ini sedang maupun akan dilaksanakan meliputi:
1. Pemeliharaan jalan dalam kota Buol melalui penambalan lubang di sejumlah titik.
2. Pembangunan jalan Desa Duamayo.
3. Pembangunan jalan menuju pemakaman Leok I di samping masjid.
4. Pembangunan dan pemeliharaan jalan kantong produksi Asahan Leok I.
5. Pembangunan dan pemeliharaan jalan kantong produksi Desa Lilito.
6. Pembangunan dan pemeliharaan jalan kantong produksi Desa Lonu – Pokobo.
7. Pembangunan ruas jalan Tongon – Panimbul.
8. Pemeliharaan jalan lingkar Pogogul.
9. Pemeliharaan jalan Kodolagon – Unone.
10. Peningkatan jalan Desa Pionoto.
11. Rehabilitasi dan rekonstruksi jalan Unone – Babal.
12. Rehabilitasi jalan Desa Konamukan.
13. Pembangunan duicker jalan kategori produksi Desa Lokodidi.
14. Rehabilitasi jembatan Desa Guamonial.
15. Rehabilitasi jembatan layang Desa Timbulon (belakang masjid).
Selain dukungan dari APBD Kabupaten, tahun ini Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Buol. Program tersebut meliputi:
Penyelesaian Jembatan Boilan II, Rekonstruksi jalan Momunu – Air Terang (APBD-P) dan Pembangunan jalan Lambunu – Buol.
Darsyad menambahkan, seluruh kegiatan ini diharapkan dapat memperlancar konektivitas antardesa hingga antarwilayah kecamatan, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan terutama di daerah yang menjadi sentra produksi.
“Pembangunan infrastruktur jalan bukan hanya soal fisik, tapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat, seperti kelancaran distribusi hasil pertanian, akses layanan pendidikan, dan kesehatan,” tegasnya.
Dengan berbagai program tersebut, Pemerintah Kabupaten Buol menunjukkan komitmennya untuk terus berupaya menghadirkan pembangunan merata meskipun dalam kondisi keterbatasan anggaran.
Penulis : Syam Manto
