Pinca BRI BO Pogogul Buol Hadir dalam Groundbreaking Kampung Nelayan Merah Putih,



JURNALNUSANTARA.ID, BUOL — Peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Selasa (25/8/2026), turut dihadiri Pimpinan Cabang (Pinca) BRI BO Pogogul Buol, Fajar Suryanto.

Fajar Suryanto hadir sebagai satu-satunya perwakilan pihak perbankan dalam kegiatan tersebut. Kehadirannya menunjukkan perhatian sektor perbankan terhadap program pemerintah dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku usaha di tingkat desa.
Selain Pinca BRI BO Pogogul Buol, kegiatan tersebut juga dihadiri pemenang tender pelaksanaan pembangunan, PT Maccini Raya Pratama, serta jajaran Dinas Perikanan dan Kelautan yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan program Kampung Nelayan Merah Putih.
Groundbreaking tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Bupati Buol, unsur Forkopimda, sejumlah kepala OPD, para camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pembangunan sarana dan prasarana pendukung aktivitas nelayan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.
Di Kabupaten Buol, program tersebut mencakup tiga lokasi, yakni Desa Tamit, Desa Taat, dan Desa Kwala Besar, dengan total nilai pembangunan sekitar Rp14 miliar.
Kehadiran berbagai unsur dalam groundbreaking tersebut memperlihatkan adanya kolaborasi antara pemerintah, kontraktor pelaksana, sektor perbankan, serta perangkat daerah terkait dalam mendorong keberhasilan program.
Dari sisi perbankan, kehadiran Pinca BRI BO Pogogul Buol diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat nelayan, koperasi, UMKM, dan pelaku usaha yang nantinya menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Kampung Nelayan Merah Putih.
Sementara itu, Dinas Perikanan dan Kelautan memiliki posisi strategis dalam memastikan program pembangunan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat nelayan dan pengembangan sektor kelautan serta perikanan di Kabupaten Buol.
Bupati Buol dalam sambutannya menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan. Pemerintah daerah harus aktif menjemput program dan anggaran dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
Gubernur Sulawesi Tengah juga mendorong kepala daerah agar terus melakukan koordinasi dan memperjuangkan program pembangunan ke pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting agar berbagai program dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tamit, pemerintah berharap program tersebut tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan di Kabupaten Buol.

Lebih baru Lebih lama