Mengusung tema "Festival Pesan Inklusif: Dari Jiwa Anak untuk Negeri" serta "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat", kegiatan ini merupakan rangkaian Festival Muharram (FesMu) atau Peaceful Muharram 1448 H yang diinisiasi Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Republik Indonesia.
Seluruh peserta dari berbagai daerah mengikuti jalannya kegiatan secara nasional melalui Zoom Meeting yang terhubung langsung dengan Kementerian Agama RI. Momentum ini menjadi simbol kuat sinergi nasional dalam memperkuat nilai-nilai kepedulian sosial, persaudaraan, dan penghormatan terhadap hak-hak kelompok rentan.
Sebagai bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat, Kankemenag Buol menyalurkan santunan kepada 145 penerima manfaat, yang terdiri dari 120 anak yatim dan 25 penyandang disabilitas di Kabupaten Buol. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para penerima sekaligus menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan meraih masa depan yang lebih baik.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, Festival Lebaran Yatim dan Disabilitas tahun ini menghadirkan paradigma baru dalam memandang anak yatim dan penyandang disabilitas. Kementerian Agama RI menegaskan bahwa mereka bukan lagi diposisikan sebagai objek belas kasihan, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki hak, potensi, serta kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi bangsa.
Melalui konsep tersebut, anak-anak yatim dan penyandang disabilitas diberi ruang untuk tampil, menyampaikan pesan, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat. Pendekatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun Indonesia yang lebih inklusif, di mana setiap warga negara memperoleh kesempatan yang setara tanpa diskriminasi.
Keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, di antaranya Kementerian Agama RI, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Forum Zakat (FOZ), Badan Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga Amil Zakat (LAZ), RRI, serta berbagai organisasi kemasyarakatan yang bersama-sama mendukung terselenggaranya Festival Muharram 1448 H.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama berharap semangat berbagi, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama semakin tumbuh di tengah masyarakat. Lebaran Yatim dan Disabilitas pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus mewujudkan ruang yang lebih ramah, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa.
Editor : Syam Manto
