Ismajaya: Pendidikan yang Kuat Adalah Pondasi Demokrasi yang Sehat

 


JURNALNUSANTARA.ID, BUOL - Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dimaknai sebagai pengingat pentingnya peran pendidikan dalam membangun demokrasi yang sehat dan bermartabat. Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Buol, Ismajaya, dalam peringatan Hardiknas tahun ini.

Menurutnya, pendidikan dan demokrasi merupakan dua hal yang saling menguatkan karena bangsa yang besar lahir dari ruang belajar yang merdeka, kritis, dan berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.
“Pendidikan dan demokrasi adalah dua hal yang saling menguatkan, sebab bangsa yang besar lahir dari ruang belajar yang merdeka, kritis, dan berpihak pada kemanusiaan,” ujar Ismajaya.
Ia menegaskan bahwa kualitas demokrasi tidak hanya ditentukan oleh proses pemilu semata, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas pendidikan masyarakat.
Menurutnya, pendidikan yang baik akan melahirkan warga negara yang sadar hak dan kewajiban, berani berpikir kritis, menghargai perbedaan, serta aktif mengawal arah pembangunan bangsa.
“Demokrasi yang sehat membutuhkan rakyat yang tercerahkan, bukan yang mudah dibelah oleh hoaks, politik uang, dan kebencian. Karena itu, memperkuat pendidikan berarti juga memperkuat masa depan demokrasi Indonesia,” jelasnya.
Ismajaya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan sekolah, kampus, komunitas, hingga ruang publik sebagai tempat tumbuhnya nalar kritis, etika, dan partisipasi warga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membangun demokrasi yang adil, inklusif, dan bermartabat.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026 dengan tema: “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

 Editor : Syam Manto 

Lebih baru Lebih lama