Dugaan Perundungan di SDN 3 Paleleh Barat, Kadis Pendidikan Buol Tegaskan Evaluasi Pengawasan

 


BUOL, JURNAL NUSANTARA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Muhamad Singara, S.Ag., M.Si., merespons dugaan perundungan terhadap seorang siswi kelas I berinisial HA di SDN 3 Paleleh Barat, Kabupaten Buol. Ia memerintahkan kepala sekolah (Kepsek) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) untuk segera turun langsung ke lokasi guna menindaklanjuti informasi tersebut.

Saat dihubungi media ini pada Sabtu (10/10/2026), Muhamad Singara menyampaikan bahwa dirinya telah menerima informasi mengenai dugaan kejadian tersebut dan meminta pihak terkait segera melakukan penelusuran di lapangan.

Selain memastikan kronologi kejadian, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Buol menegaskan akan menyoroti aspek pengawasan terhadap siswa selama proses kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung di sekolah.

“ Saya juga memastikan sejauh mana pengawasan kepala sekolah dan dewan guru jika memang kejadian ini terjadi saat proses KBM berlangsung di sekolah. Kami akan mengevaluasi peran kepala sekolah dan jajarannya,” tegas Muhamad Singara.

Menurutnya, tindak lanjut diperlukan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kejadian tersebut, termasuk memastikan waktu dan tempat kejadian serta bagaimana pengawasan siswa dilakukan saat berada di lingkungan sekolah.

Evaluasi terhadap peran kepala sekolah dan jajaran guru akan menjadi perhatian apabila hasil penelusuran menunjukkan bahwa dugaan kejadian tersebut berlangsung selama proses pembelajaran di sekolah. Namun, kronologi dan fakta-fakta terkait masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, seorang siswi kelas I berinisial HA dilaporkan oleh orang tuanya diduga mengalami tindakan kekerasan yang melibatkan tiga teman sekelasnya pada Jumat (9/10/2026). Menurut keterangan keluarga, korban mengalami sejumlah luka lebam di beberapa bagian tubuh.

Untuk memastikan kondisi kesehatan dan jenis luka yang dialami, HA menjalani pemeriksaan visum di Puskesmas pada Sabtu (10/10/2026).

Orang tua korban meminta agar dugaan kasus tersebut ditindaklanjuti secara serius oleh pihak sekolah dan instansi terkait. Keluarga berharap kronologi kejadian dapat diungkap serta ada langkah konkret untuk memastikan keselamatan anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran.

Di tengah proses penanganan, salah satu orang tua anak yang diduga terlibat disebut telah mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan permintaan maaf dan mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan. Meski demikian, keluarga HA menyatakan tetap ingin kasus tersebut ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.

Dugaan perundungan ini menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan pendidikan. Sekolah tidak hanya dituntut menciptakan suasana belajar yang nyaman, tetapi juga memastikan setiap siswa mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol mengawal proses klarifikasi serta evaluasi sesuai hasil penelusuran di lapangan. Langkah tersebut penting agar penanganan kasus berjalan objektif, hak-hak anak terlindungi, dan kejadian serupa dapat dicegah.

Hingga berita ini disusun, hasil peninjauan kepala sekolah dan K3S serta keterangan resmi pihak sekolah terkait dugaan kejadian tersebut masih menunggu konfirmasi lebih lanjut.

Editor : Syam Manto

Lebih baru Lebih lama