MAKASSAR, JURNAL NUSANTARA – Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, MM, yang akrab disapa Utat Bowo, terus mendorong pengembangan sarana perdagangan di Kabupaten Buol. Kali ini, ia menjajaki dukungan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk revitalisasi Pasar Kampung Bugis dan pembangunan Pasar Raya Bendar.
Upaya tersebut mengemuka dalam pertemuan informal yang berlangsung santai dan penuh keakraban di salah satu warung kopi di Makassar, Senin (19/10/2026) malam. Pertemuan itu dihadiri Anggota DPR RI Fraksi PKB dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan I, Dr. H. Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Deng Ical, Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan Dr. H. Azhar Arsyad, serta Prof. Dr. H. Husain Syam, Rektor Universitas Negeri Makassar periode 2016–2024.
Dalam pertemuan tersebut, Deng Ical menyampaikan peluang bagi Pemerintah Kabupaten Buol untuk mengajukan usulan revitalisasi pasar rakyat melalui sistem informasi yang dikelola Kementerian Perdagangan.
Ia menyarankan agar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buol segera menyiapkan usulan melalui Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP), yang sebelumnya dikenal sebagai Sistem Informasi Pasar Rakyat (SIPR).
“Pak Bupati bisa minta Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Buol untuk membuka aplikasi di Kementerian Perdagangan bernama Sistem Informasi Sarana Perdagangan (SISP) yang dulu dikenal dengan Sistem Informasi Pasar Rakyat (SIPR), kemudian mengusulkan bantuan revitalisasi pasar rakyat di Buol. Insyaallah, kami akan bantu komunikasikan supaya Buol bisa mendapatkan dukungan untuk Tahun Anggaran 2027,” ujar Deng Ical.
Dukungan komunikasi tersebut diharapkan membuka peluang bagi Kabupaten Buol untuk memperoleh bantuan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sarana perdagangan, sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
Pasar Kampung Bugis dan Pasar Raya Bendar Jadi Prioritas
Bupati Bowo menyambut positif peluang tersebut. Ia menegaskan bahwa revitalisasi Pasar Kampung Bugis dan rencana pembangunan Pasar Raya Bendar menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan fasilitas perdagangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, revitalisasi pasar rakyat tidak hanya berkaitan dengan pembenahan bangunan, tetapi juga menyangkut kenyamanan pedagang dan pembeli, peningkatan kualitas pelayanan, serta penciptaan lingkungan pasar yang lebih tertata.
“Alhamdulillah, selain mendapatkan kemudahan terkait usulan revitalisasi Pasar Kampung Bugis, insyaallah kami juga akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Pasar Raya Bendar dengan mengusulkan permohonan ke Kementerian Perdagangan agar bisa sharing budget,” kata Utat Bowo.
Melalui skema pembiayaan bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, pembangunan pasar diharapkan dapat direncanakan secara bertahap sesuai kebutuhan, kesiapan administrasi, serta ketersediaan anggaran.
Jika terealisasi, kedua program tersebut diharapkan mampu memperkuat infrastruktur perdagangan di Kabupaten Buol, memberikan ruang usaha yang lebih layak bagi pelaku UMKM, serta meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
RDTR Buol Juga Jadi Agenda Strategis
Selain menjajaki dukungan revitalisasi pasar, kehadiran Bupati Bowo di Makassar juga berkaitan dengan agenda koordinasi pemerintah pusat mengenai percepatan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Pada Selasa (20/10/2026) pukul 09.00 WITA, Bupati Buol dijadwalkan menghadiri Rapat Koordinasi dan Komitmen Bersama Percepatan Penyusunan RDTR Region 2 Indonesia Timur atas undangan Kementerian Dalam Negeri.
Dari Provinsi Sulawesi Tengah, kepala daerah yang diundang dalam agenda tersebut berasal dari Kabupaten Buol, Tolitoli, Poso, Donggala, Tojo Una-Una, Morowali Utara, dan Banggai Laut.
Bupati Bowo menyampaikan bahwa perkembangan penyusunan RDTR Kabupaten Buol menjadi kabar baik bagi upaya penataan wilayah dan peningkatan iklim investasi daerah.
“Alhamdulillah, RDTR Buol bertambah dan ini semakin memudahkan pemetaan wilayah, juga sebagai syarat utama administrasi bagi investasi,” ungkapnya.
Keberadaan RDTR yang semakin memadai diharapkan memberikan kepastian tata ruang bagi pengembangan kawasan, mempermudah proses perencanaan pembangunan, serta mendukung masuknya investasi yang sesuai dengan ketentuan pemanfaatan ruang.
Dorong Sinergi Pusat dan Daerah
Bagi Pemerintah Kabupaten Buol, peluang revitalisasi Pasar Kampung Bugis dan pembangunan Pasar Raya Bendar menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, termasuk melalui dukungan komunikasi dari perwakilan daerah di DPR RI.
Namun, realisasi bantuan tetap bergantung pada proses pengusulan, kelengkapan persyaratan, hasil verifikasi, serta penetapan program dan anggaran oleh kementerian terkait.
Dengan mendorong kesiapan administrasi sejak awal dan menyiapkan dukungan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Buol berharap kedua proyek pasar tersebut dapat masuk dalam prioritas pembangunan berikutnya.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perdagangan, meningkatkan daya saing UMKM, dan menghadirkan fasilitas ekonomi yang lebih representatif bagi masyarakat Kabupaten Buol.
Editor : Syam Manto
