JURNALNUSANTARA.ID, Tojo Una-Una – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, mengeluhkan belum dibayarkannya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sejak Januari 2026.
Hingga memasuki April 2026, TPP yang seharusnya diterima setiap bulan belum juga direalisasikan. Kondisi ini dinilai memberatkan para ASN, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi yang membuat TPP menjadi salah satu penopang utama kesejahteraan.
“Sudah empat bulan kami belum menerima TPP. Ini tentu sangat memberatkan, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu,” ujar salah satu ASN di Kecamatan Tojo.
Keluhan tersebut mendapat sorotan dari Koordinator ASPEK Publik Sulawesi Tengah, Yusuf Dumo. Dalam pernyataannya, ia menilai keterlambatan pembayaran TPP mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak ASN.
Menurutnya, TPP bukan sekadar tambahan penghasilan, melainkan bentuk penghargaan atas kinerja dan disiplin aparatur negara. Ia juga menyinggung prioritas anggaran pemerintah daerah yang dinilai tidak sejalan dengan pemenuhan hak pegawai.
“Keterlambatan ini bukan hanya persoalan administratif, tetapi menyangkut kepercayaan dan stabilitas kinerja birokrasi. Jika untuk pengadaan mobil dinas pejabat bisa dilakukan, seharusnya pembayaran TPP ASN juga menjadi prioritas,” tegas Yusuf.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tojo Una-Una, Dr. Rismanto Laide, SE, MM, menjelaskan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah belum dapat melakukan pembayaran TPP karena kondisi kas daerah yang belum mencukupi.
Ia berharap penerimaan Transfer ke Daerah (TKD) dapat berjalan normal sesuai perencanaan, sehingga pembayaran TPP dapat segera direalisasikan.
“Kami berharap kondisi keuangan daerah segera membaik, sehingga kewajiban pembayaran TPP kepada ASN bisa segera dipenuhi,” ujarnya.
Para ASN kini berharap adanya kepastian dan langkah konkret dari pemerintah daerah agar hak mereka dapat segera direalisasikan, guna menjaga kesejahteraan sekaligus stabilitas kinerja di lingkungan birokrasi. Dilansir dari Radar Sulteng
Editor : Syam Manto
