Dari Pelatihan Jadi Karya, BLK Buol Hebat Dorong Masyarakat Kuasai Keterampilan dan Buka Usaha




JURNAL NUSANTARA.ID, BUOL – Pemerintah Kabupaten Buol melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan kerja berbasis kompetensi.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan evaluasi pelaksanaan Mobile Training Unit (MTU) sekaligus persiapan pelaksanaan pelatihan tahap berikutnya yang dilaksanakan oleh UPTD BLK Buol Hebat bekerja sama dengan BBPVP Makassar.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penutupan pelatihan MTU Batch 3 yang diikuti masyarakat dengan berbagai latar belakang dan bidang keterampilan. (03/10/2026) 
Hadir sebagai narasumber sekaligus Utusan Khusus Bupati Buol Bidang Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Jasri Butudoka, yang menekankan pentingnya keberlanjutan program pelatihan agar keterampilan yang diperoleh masyarakat benar-benar dapat menjadi modal untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.
Menurutnya, pelatihan kerja tidak boleh berhenti hanya pada proses pemberian materi dan sertifikat. Pemerintah daerah perlu memikirkan langkah lanjutan agar para alumni mampu memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan keluarga.
“Pelatihan ini harus memberikan dampak nyata. Setelah memiliki keterampilan, masyarakat harus diberikan ruang dan dukungan agar dapat mengembangkan kemampuan tersebut menjadi pekerjaan maupun usaha yang produktif,” ujar Jasri.
Rapat evaluasi tersebut dihadiri Plt. Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Buol, Plt. Kepala UPTD BLK Buol Hebat beserta jajaran staf, serta unsur yang membidangi ketenagakerjaan dan transmigrasi.
Pembahasan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan pelatihan sebelumnya, pemetaan kebutuhan masyarakat serta pemantapan agenda pelatihan berikutnya.

Sementara itu, penutupan MTU Batch 3 berlangsung penuh antusiasme. Para peserta mengaku mendapatkan peningkatan keterampilan yang signifikan setelah mengikuti pelatihan.
Salah seorang peserta mengungkapkan rasa terima kasih kepada Bupati Buol dan Pemerintah Kabupaten Buol yang telah menghadirkan program pelatihan tersebut.
Menurutnya, pelatihan memberikan perubahan nyata terhadap kemampuan peserta. Sebelum mengikuti pelatihan, dirinya hanya mampu melakukan permak pakaian. Namun setelah mendapatkan pelatihan, keterampilannya berkembang hingga mampu menggunakan mesin obras serta mendesain dan merancang busana.
“Awalnya kami hanya bisa permak pakaian. Setelah mengikuti pelatihan, kami sudah bisa menggunakan obras, mendesain dan merancang busana. Kami sangat berterima kasih kepada Bupati dan Pemerintah Daerah Kabupaten Buol karena melalui kegiatan ini kami bisa menjadi tenaga yang lebih kompeten,” ungkapnya.


Meski demikian, para alumni berharap pemerintah daerah tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Mereka berharap adanya intervensi lanjutan berupa bantuan peralatan kerja, fasilitas pendukung serta akses permodalan usaha.
Harapan tersebut dinilai penting agar keterampilan yang telah diperoleh tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang menghasilkan pendapatan.


Suasana penutupan semakin menarik ketika para peserta menampilkan hasil pelatihan melalui fashion show atau peragaan busana.
Busana yang diperagakan merupakan hasil kreativitas peserta selama mengikuti pelatihan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata bahwa pelatihan yang diberikan mampu mendorong peserta menghasilkan karya berdasarkan keterampilan yang mereka pelajari.
Peragaan busana tersebut mendapat antusiasme dari peserta dan undangan yang hadir. Selain menjadi hiburan dalam rangkaian penutupan, fashion show juga menjadi ruang bagi peserta untuk menunjukkan hasil kerja sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan potensi di bidang tata busana.
Pemda Siapkan Dukungan Pascapelatihan
Menanggapi harapan para peserta, Jasri Butudoka menyampaikan bahwa pihaknya akan mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Buol agar alumni pelatihan mendapatkan dukungan berupa peralatan kerja dan bantuan permodalan.
Menurutnya, dukungan pascapelatihan menjadi bagian penting dari ekosistem pengembangan tenaga kerja. Dengan demikian, masyarakat yang telah memiliki keterampilan dapat segera mengimplementasikan keahliannya dalam dunia kerja maupun usaha.
“Kami akan mengusulkan kepada Pemerintah Daerah agar ada dukungan perlengkapan dan modal bagi mereka yang telah mengikuti pelatihan. Harapannya, keterampilan yang sudah diperoleh dapat langsung dikembangkan menjadi usaha,” jelasnya.
BLK Buol Hebat Siapkan Beragam Pelatihan
Tidak berhenti pada MTU Batch 3, UPTD BLK Buol Hebat juga telah menyiapkan sejumlah program pelatihan lanjutan.
Pelatihan tahap berikutnya akan diarahkan pada bidang Digital Marketing (Pemasaran Digital) dan Pertukangan/Mebel. Program tersebut diharapkan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengikuti perkembangan dunia kerja dan peluang usaha yang semakin berkembang.
Setelah program tersebut, BLK Buol Hebat juga merencanakan sejumlah pelatihan lainnya, di antaranya barista, pembuatan roti, pengelasan, serta pelatihan khusus bagi pengurus BLK Komunitas yang berada di lima kecamatan.
Selain itu, bagi LPK Swasta juga akan dilaksanakan pelatihan metodologi sebagai bagian dari peningkatan kapasitas instruktur dan pengelola lembaga pelatihan.
Beragam program tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Buol melalui Disnakertrans dan UPTD BLK Buol Hebat berupaya membangun sistem pelatihan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga membuka peluang kerja dan kewirausahaan bagi masyarakat.
Dengan semakin beragamnya jenis pelatihan yang disiapkan, masyarakat Kabupaten Buol diharapkan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan kompetensi sesuai potensi dan kebutuhan pasar kerja.
Program pelatihan kerja tersebut pada akhirnya diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja lokal yang kompeten, mandiri, produktif dan berdaya saing, sekaligus menjadi salah satu strategi pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih baru Lebih lama